Kehidupan di Bumi

life-is1Asal Mula Kehidupan di Bumi

Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil. Fosil telah menjadi bukti yang paling kuat untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi. Makroevolusi merupakan perubahan dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Kebanyakan fosil ditemukan tertanam dalam batuan sediment. Melalui prose alami yang panjang, sediment-sedimen dapat tersusun secara berlapis-lapis membentuk strata (tingkatan). Setiap lapisan strata, disebut catatan fosil berguna bagi ilmuwan untuk menjelaskan sejarah kehidupan dibumi. Studi kasus yang mempelajari catatan fosil disebut paleontology. Dibawah ini adalah beberapa teori asal mula kehidupan dibumi.
   Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer.

Macam-Macam Teori Asal-Usul Adanya Kehidupan di Bumi

   Ada beberapa pendapat baik berupa hipotesis ataupun teori asal mula kehidupan di Bumi di antaranya:

  1. Generatio Spontanea

   Sebelum abad 17, orang menganggap bahwa mahluk hidup terbentuk secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya, kemudian anggapan inilah yang di sebut dengan teori Generatio Spontanea.
Misal: Ulat timbul dengan sendirinya berasal dari bangkai tikus.
Faham ini disebut juga Abiogenesis  yang dipelopori oleh Aristoteles.

  1. Cosmozoa

   Adalah pendapat yang menyatakan bahwa mahluk hidup di bumi ini berasal dari luar bumi, mungkin dari planet lain. Benda hidup itu datang dalam bentuk spora yang aktif, jatuh ke bumi lalu berkembang biak.

  1. Omne Vivum ex Ovo

   Francisco Redi (1626-1697) ahli Biologi Italia ini dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat dan kemudian mengemukakan pendapat bahwa dari telur atau Omne Vivum ex Ovo.

  1. Omne Ovo ex Vivo

   Lazzaro Spallanzani (1729-1799), ahli biologi Italia, dapat membuktikan bahwa mikroorganisme atau jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu, yang bila dididihkan dan ditutup rapat-rapat, maka pembusukkan tidak terjadi. Ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad hidup atau Omne Ovo ex Vivo.

  1. Omne Vivum ex Vivo

  Louis Pasteur (1822-1895), sarjana kimia perancis, melanjutkan percobaan Spallanzani, yakni dengan menggunakan berbagai organisme. Ia menyimpulkan bahwa agar timbul kehidupan baru harus ada kehidupan sebelumnya atau Omne Vivum ex Vivo. Teori ini disebut juga  Biogenesis, dengan teori ini maka teori abiogenesis mulai ditinggalkan.

  1. Teori Uray

   Harold Uray (1893), ahli kimia Amerika, mengemukakan bahwa atmosfer pada mulanya karya akan gas-gas metan, amoniak, hidrogen, dan H2O. Zat-zat ini merupakan unsur penting dalam tubuh mahluk hidup. Diduga karena adanya energi dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos, unsur-unsur tersebut mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan virus yang kita kenal sekarang. Zat ini setelah berjuta-juta tahun berkembang menjadi organisme.

  1. Teori Oparin – Haldene

   Oparin (1938), ahli Biologi Rusia dan J.B.S Haldene, ahli Biologi Inggris, secara terpisah mengemukakan pendapat yang sama mengenai asal mula kehidupan. Secara singkat pendapatnya adalah sebagai berikut: Jasad hidup terbentuk dari senyawa kimia dalam laut pada saat atsmofer bumi belum mengandung oksigen bebas. Senyawa organik ini antara lain asam amino sederhana, purine dan basa primidin, senyawa-senyawa golongan gula, kemudian terbentuk juga senyawa-senyawa polipeptida, asam polinukleat, dan polisakarida. Semuanya terbentuk karena bantuan sinar ultra violet, kilatan listrik atau petir, panas dan sinar radiasi. Jasad hidup pertama di sebut protobiont, diperkirakan hidup di dalam laut, kira-kira 10 meter di bawah permukaan laut.


Teori Abiogenesis

   Teori yang dikemukakan Aristoteles ini menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda tak hidup yang berlangsung secara spontan (generatio spontanea). Misalnya cacing dari tanah, ikan dari lumpur, dan sebagainya. Teori ini dianut oleh banyak orang selama beberapa abad.

   Aristoteles (384-322 SM), adalah seorang filsuf dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Sebenarnya dia mengetahui bahwa telur-telur ikan yang menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur.

aristoteles
Aristoteles

   Menurut penganut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja secara spontan. Itu sebabnya, teori abiogenesis ini disebut juga generation spontanea. Bila pengertian abiogenesis dan generation spontanea digabung, maka konsepnya menjadi: makhluk hidup yang pertama kali di bumi berasal dari benda mati / tak hidup yang terjadinya secara spontan (sebenarnya ini adalah dua teori yang berbeda, tetapi orang sudah kadung salah kaprah).

   Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (ratusan tahun sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17, dimana Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati makhluk-makhluk aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka tentang abiogenesis. Hasil pengamatan Anthoni ditulisnya dalam sebuah catatan ilmiah yang diberi judul “Living in a drop of water“. Tokoh lain pendukung teori ini adalah John Needham.

leuwenhoek

 

Teori Biogenesis

   Teori ini bertentangan dengan teori abiogenesis, karena menganggap bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya. Tiga tokoh terkenal pendukung teori ini adalah Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.

1. Francesco Redi

Redi

Francesco Redi

   Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk membantah teori abiogenesis. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam labu dan diberi perlakuan tertentu.

  • Labu I    :  diisi daging segar dan dibiarkan terbuka
  • Labu II   :  diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa
  • Labu III  :  diisi daging segar dan ditutup rapat

   Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai berikut:

  • Labu I    :  dagingnya busuk, banyak terdapat belatung
  • Labu II   :  dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung
  • Labu III  :  dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung
Percobaan Francesco Redi

Percobaan Francesco Redi

   Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.

2. Lazzaro Spallanzani

spallanzani

Lazzaro Spallanzani

   Spallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis, tetapi menggunakan bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:

  • Labu I   : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka
  • Labu II  : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian dipanaskan

   Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya sebagai berikut.

  • Labu I   : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)
  • Labu II  : tetap jernih, tidak mengandung mikroba
percobaan spallanzani

Percobaan Lazzaro Spallanzani

   Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).

3. Louise Pasteur

Pasteur

Louise Pasteur

percobaan Pasteur

Percobaan Louise Pasteur

percobaan Pasteur

Pada percobaan Pasteur mikroorganisme terperangkap pada pipa S sehingga tidak bisa masuk ke dalam kaldu

percobaan Pasteur

   Jika labu dimiringkan, dan kaldu sedikit meluap menyentuh bagian pipa S maka mikroorganisme terbawa masuk ke dalam kaldu. Mikroorganisme yang tumbuh menyebabkan kaldu menjadi keruh

   Pasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzani. Ia menggunakan kaldu dalam labu yang  disumbat dengan gabus. Selanjutnya gabus tersebut ditembus dengan pipa berbentuk leher angsa (huruf S), kemudian dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan beberapa hari kemudian diamati. Ternyata air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.

   Disain pipa yang berbentuk leher angsa tersebut memungkinkan masuknya gaya hidup dari udara, tetapi ternyata tidak didapati makhluk hidup dalam kaldu. Menurut Pasteur, mikroorganisme yang tumbuh dalam kaldu berasal dari udara. Mereka tidak bisa masuk karena terhambat oleh bentuk pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa sehingga kaldu mengalir melalui pipa dan menyentuh ujung pipa, ternyata beberapa hari kemudian menyebabkan busuknya kaldu.

   Dengan demikian Pasteur telah membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah ungkapan :

omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo

   yang artinya: makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.


   Perubahan secara bertahap dari semua makhluk hidup itu, terjadi perlahan dan terus-menerus dan disebut dengan evolusi. Evolusi yang terjadi di bumi ini tidak berlangsung secara cepat tapi bertahun – tahun dan sampai sekarang kehidupan dibumi berlangsung Dibawah ini adalah beberapa Zaman asal mula kehidupan dibumi bumi :

1. Era arkea /archean (4600-2500 juta tahun)

   Pada era arkean bumi terbentuk melalui proses evolusi biokimiawi yang selanjutnya proses tersebut menghasilkan sel pertama dan menghasilkann organisme pertama.

2. Era proteozoikum/proterozoic (2500-544 juta tahun)

   Pada era ini bumi terbentuk melalui sel prokarya, lalu sel prokarya menghasilkan bakteri penghasil oksigen yg berguna bagi seluruh kehidupan manusia.Selain itu bumi juga terbentuk melelui sel eukaryota pertama yg mengahasilkan protista yg terbagi menjadi ;profita,protozoa,hewan overtabrata muncul.

3. Era Palezoikum/paleozoic (544-250 juta tahun)

   Pada zaman ini muncul hewan hewan bertulang belakang seperti arthropoda, vertebrata. contoh : ikan, reptil dan fungi

4. Era Mesozoikum/mesozoic (250-60 juta tahun)

   Pada zaman ini muncul hewan – hewan dinosaurus kecil lalu besar dan lama kelaman pada zaman ini semua hewan dinosaurus punah

5. Era senozoikum/cenozoic (65 juta tahun)

   Pada zaman ini mulai muncul mamalia kecil dan tak lama muncul mamalia besar . dan pada eara ini muncul hewan primata seperti monyet ,karena monyet merupakan nenek moyang manusia yg disebut manusia purba lalu muncul manusia pertama dan muncul manusia modern.

Advertisements

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam

Alam Semesta dan Isinya

   Alam semesta merupakan sekelompok benda atau materi yang saling menggantung satu sama lain dan bertindak sesuai kaidah-kaidah ilmiah dan membentuk satu kesatuan sejumlah bintang, planet, satelit, gas dan debu. Pengertian alam semesta meliputi tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah segala benda yang berukuran sangat kecil, seperti atom, elektron, sel, amuba, dan lain-lain. Sedangkan makrokosmos adalah segala benda yang berukuran sangat besar, seperti bintang, planet, galaksi. Galaksi di mana Bumi kita diberi nama Milky Way atau Bhima Sakti. Galaksi merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya 100 miliar dan salah satu diantaranya adalah Matahari.

Asal Usul Alam Semesta

  1. Vitalisme adalah pandangan supernatural (hal yang gaib). Menurut pandangan ini alam semesta terjadi karena kekuatan supernatural yang disebut sebagai vital force, ini ada hubungannya dengan agama.
  2. Mekanisme(Kausalisme) adalah pandangan yang berdasarkan hukum-hukum alam (fisika dan kimia). Terbentuknya alam semesta didasarkan pada pendapat yang menggunakan sains dengan secara natural dan dapat dianalisis secara eksperimen. Sementara bagaimana timbulnya hukum alam di alam semesta berasal dari tuhan.

Anggota Sistem Tata Surya

  1. Matahari
  2. Planet
  3. Asteroid
  4. Komet
  5. Meteor

Perbedaan dari anggota sistem tata surya yang disebutkan diatas ialah :

  • Matahari adalah salah satu dari bintang yang lain dengan bintang lainnya dalam hal suhu, warna, ukuran, massa, dan komposisi gasnya.
  • Asteroid dapat dibedakan dengan komet melalui penampakannya, kalau komet memiliki ekor tetapi asteroid tidak memiliki ekor.
  • Meteor tidak memiliki orbit seperti komet, asteroid dan planet. Kedatangan komet ke bumi dapat diprediksi, tetapi kedatangan dari meteor tidak dapat diprediksi.
  • Bintang memancarkan cahaya sendiri sedangkan planet memantulkan cahaya dari bintang seperti bulan.

Planet Bumi sebagai Bagian dan Sistem Tata Surya

   Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Bumi terbentuk sekitar4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan muncul di permukaannya pada miliar tahun pertama.  Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan. Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan. Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan sumber air lainnya yang bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer. Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es. es padat di lapisan es Antartika dan es laut di paket es kutub. Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian mantel. Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berputar pada sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan 365,26 hari matahari atau satu tahun sideris. Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi dengan periode satu tahun tropis (365,24 hari matahari).  Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinyapasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi. Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup termasuk manusia.

   Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gayagravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173satelit alami yang telah diidentifikasi dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar. Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea(6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

Matahari

   Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama sistem Tata Surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik.

   Dipercayai bahwa posisi Matahari pada deret utama secara umum merupakan “puncak hidup” dari sebuah bintang, karena belum habisnya hidrogen yang tersimpan untuk fusi nuklir. Saat ini Matahari tumbuh semakin cemerlang. Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang. Matahari secara metalisitas dikategorikan sebagai bintang “populasi I”. Bintang kategori ini terbentuk lebih akhir pada tingkat evolusi alam semesta, sehingga mengandung lebih banyak unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium (“metal” dalam sebutan astronomi) dibandingkan dengan bintang “populasi II”. Unsur-unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan heliumterbentuk di dalam inti bintang purba yang kemudian meledak. Bintang-bintang generasi pertama perlu punah terlebih dahulu sebelum alam semesta dapat dipenuhi oleh unsur-unsur yang lebih berat ini.

Tata Surya bagian dalam

   Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet kebumian dan asteroid. Terutama terbuat dari silikat dan logam, objek dari Tata Surya bagian dalam melingkup dekat dengan matahari, radius dari seluruh daerah ini lebih pendek dari jarak antara Yupiter dan Saturnus.

Planet-planet bagian dalam

Merkurius

   Merkurius (0,4 SA dari Matahari) adalah planet terdekat dari Matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalah lobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya. Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin surya. Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, dan perkembangan (“akresi”) penuhnya terhambat oleh energi awal Matahari.

Venus

   Venus (0,7 SA dari Matahari) berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). Dan seperti bumi, planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih padat dari bumi. Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung di dalam atmosfer. Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer Venus berasal dari gunung berapi.

Bumi

   Bumi (1 SA dari Matahari) adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat, satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya planet yang diketahui memiliki mahluk hidup.70% bagian bumi ditutup oleh air sedangkan 30%bumi dituupi oleh daratan.Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di antara planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup yang menghasilkan 21%oksigen. Bumi memiliki satu satelit, bulan, satu-satunya satelit besar dari planet kebumian di dalam Tata Surya.

Mars

   Mars (1,5 SA dari Matahari) berukuran lebih kecil dari bumi dan Venus (0,107 massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan sepertiValles marineris, menunjukan aktivitas geologis yang terus terjadi sampai baru belakangan ini. Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi. Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos) yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.

Tata Surya bagian luar

   Pada bagian luar dari Tata Surya terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-satelitnya yang berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia, metan, yang sering disebut “es” dalam peristilahan ilmu keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya.

Planet-planet luar

Yupiter

   Yupiter (5,2 SA), dengan 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya adalah hidrogendan helium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai contoh pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar, Ganymede, Callisto, Io, dan Europamenampakan kemiripan dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas. Ganymede, yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lebih besar dari Merkurius.

Saturnus

   Saturnus (9,5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi, membuat planet ini sebuah planet yang paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di antaranya Titan dan Enceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir terdiri hanya dari es saja. Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer yang cukup berarti.

Uranus

   Uranus (19,6 SA) yang memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet yang paling ringan di antara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus mengedari Matahari dengan bujkuran poros 90 derajat pada ekliptika. Planet ini memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas. Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui, yang terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda.

Neptunus

   Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lebih kecil dari Uranus, memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lebih padat. Planet ini memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus. Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton, geologinya aktif, dan memiliki geyser nitrogen cair. Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.

Pluto dan Charon

Pluto dan ketiga satelitnya

   Pluto (rata-rata 39 SA), sebuah planet kerdil, adalah objek terbesar sejauh ini di Sabuk Kuiper. Ketika ditemukan pada tahun 1930, benda ini dianggap sebagai planet yang kesembilan, definisi ini diganti pada tahun 2006 dengan diangkatnya definisi formal planet. Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat dari bidang ekliptika) dan berjarak 29,7 SA dari Matahari pada titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai 49,5 SA pada titik aphelion.

   Tidak jelas apakah Charon, satelit Pluto yang terbesar, akan terus diklasifikasikan sebagai satelit atau menjadi sebuah planet kerdil juga. Pluto dan Charon, keduanya mengedari titik barycenter gravitasi di atas permukaannya, yang membuat Pluto-Charon sebuah sistem ganda. Dua satelit yang jauh lebih kecil Nix dan Hydra juga mengedari Pluto dan Charon. Pluto terletak pada sabuk resonan dan memiliki 3:2 resonansi dengan Neptunus, yang berarti Pluto mengedari Matahari dua kali untuk setiap tiga edaran Neptunus. Objek sabuk Kuiper yang orbitnya memiliki resonansi yang sama disebut plutino.

Lapisan-Lapisan Pada Planet Bumi

Ada 3 jenis lapisan bumi :

  1. Lapisan bumi yang padat
  • Lithosfer : Tebalnya 20 mil. Bagian ini penting bagi kehidupan manusia, berupa benua dan pulau-pulau dimana kita tinggal. Terdiri dari 2 lapisan, bagian atasnya terdiri dari silikon dan aluminium dengan BJ rata-rata 2,65 sedangkan bagian yang lebih dalam terdiri dari silikon dan magnesium deengan BJ rata-rata 2,9. Lithosfer mengandung unsur-unsur Oksigen, Silikion, Aluminium, Besi, Calsium, Natrium, Magnesium, Titanium, dan Hidrogen.
  • Centrosfer : Dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian luar yang disebut mantel tebalnya 1800 mil, bagian inti luar yang tebalnya 1360 mil, dan bagian inti dalam tebalnya 815 mil.
  1. Lapisan yang berbentuk cair disebut hidrosfer tidak sepenuhnya meliputi bumi. Lapisan ini ada sekitar 71 % meliputi bumi, sebagian besar terdiri atas lautan. Es pada kutub utara dan selatan termasuk kedalam hidrosfer. Hidrosfer sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia karena air yang menguap dari lautan akan membentuk awan dan hujan. Yang berlangsung sepanjang abad dan membentuk siklus air menjadi asin karena mineral yang mudah larut dalam lithosfer terbawa oleh air ke laut.
  1. Lapisan yang berbentuk gas disebut atmosfer atau yang sering disebut dengan udara. Sangat berfungsi bagi kehidupan manusia di bumi. Tebalnya atmosfer sampai setinggi 3000 mil dari permukaan laut. BJ pada lapisan bagian bawah adalah 0,0-13 makin keatas makin kecil sampai mendekati 0.

Atmosfer dibagi menjadi 3 :

  1. Troposfer : Lapisan udara yang paling dekat dengan bumi, meliputi bumi setebal 10 mil pada khatulistiwa dan menipis sampai 5 mil pada kutub-kutub bumi.
  1. Stratosfer : Lapisan udara yang mulai dari ketinggian 10 mil sampai ketinggian 50 mil.
  1. Ionosfer : Lapisan udara yang terletak diatas 50 mil.
  1. Biosfer : Selain lapisan berbentuk padat, cair dan gas terdapat pula biosfer. Biosfer adalah zone kehidupan di bumi. Yang termasuk dalam biosfer adalah lapisan troposfer, lapisan hidrosfer sampai kedalam 10.863 m, dan lapisan lithosfer sampai kedalaman 2000 m.

Teori Terjadinya Bumi dan Gejala Efek Rumah Kaca

Teori terjadinya bumi :

  1. Teori oleh Georges-Louis Leclerc

Pada tahun 1778 ahli ilmu alam Perancis Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon, mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental inilah yang menjadi planet.

  1. Teori Laplace

Seorang ahli Matematika dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de Laplace 1796 mengemukakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada sumbunya, kemudian terbentuk cincin – cincin. Sebagian cincin gas tersebut, terlempar ke luar dan tetap terus berputar. Cincingas yang berputar akan mengalami pendinginan, sehingga terbentuklah gumpalan – gumpalan bola yang menjadi planet – planet, termasuk Bumi.

  1. Teori Planetisimal Hypothesis

Di kemukakan oleh, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama-kelamaan menjadi padat dan disebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik dan bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk Bumi.

  1. Teori Tidal

Dua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam [cerutu].Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet – planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

  1. Teori Weizsäcker

Pada tahun 1940, Carl Friedrich von Weizsäcker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. Ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk planet – planet, termasuk Bumi.

  1. Teori Kuiper

Gerald P. Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi protomatahari adalah protoplanet. Dalam teorinya, dia juga memasukkan unsur – unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan mulai menggumpal menjadi planet – planet.

  1. Teori Whipple

Fred L. Whipple, seorang ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu aneh yang mengandung nitrogen yang sedikit kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan.  Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet.

Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca disebabkan olehbanyaknya gas rumah kaca (GRK) dilapisan atmosfer. Gas rumah kaca ini menyerap radiasi panas yang dipancarkan matahari ataupun sinar infra merah yangdipentulkan oleh permukaan bumi, sehingga panas terperangkap oleh gas rumah kaca.Dengan meningkatnya kadar gas rumah kaca secara terus menerus maka pemanasan global tidak dapat dihindari. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, maka laju efek rumah kaca dapat berkurang.  Dengan demikian, laju terjadinya pemanasan global dapat dikurangi.

Istilah efek rumah kaca sebenarnya analog dengan kondisi dirumah kaca (green house) yang biasanya digunakan petani diwilayah 4 musim. Prinsip kerja rumah kaca adalah sebagian pancaran matahari yng menembus kaca masuk kedalam rumah kaca. Ketika terbentur lantai atau benda lain dirumah kaca, sinar ini menjadi infra merah (sinar panas) dan akan dipantukan kembali, namun tertahan oleh atap kaca sehingga udara didalam rumah kaca tetap hangat, meskipun udara diluar dingin.

Selama ini gas rumah kaca sudah terdapat dalam lapisan atmosfer dan karena gas rumah kaca inilah permukaan bumi hangat, sehingga bumimenjadi tempat yang nyaman bagi makhluk hidup. Efek rumah kaca ada yang merupakan sebuah proses alam, ada pula efek yang ditimbul oleh manusia, efek rumah kaca tersebut disebut Antropogenik atau efek rumah kaca yang meningkat.

Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas yang molekulnya lebih dari 3. Gas tersebut diantara uap air (H2O), W2, CH2, Nitrat Oksida dan Ozon (D3). Berdasarkan penelitian gas CO2 merupakan gas yang paling banyak terdapat dilapisan atmosper kita sebagai akibat dari aktifitas yang dilakukan manusia, sehingga gas ini dianggap gas yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Ketika Mendung Udara Menjadi Panas

Ketika awan mendung, terjadi proses perubahan uap air (gas) berubah menjadi air (cair). Pada proses ini dilepaskan sejumlah panas (kalor) ke udara. Awan yang berwarna hitam gelap (mendung) biasanya tidak terlalu tinggi dibandingkan awan yang putih, sehingga semakin dekat jaraknya ke permukaan bumi, efek panas yang dilepaskan semakin terasa. Kondisi ini akan lebih panas jika sebelumnya matahari bersinar terik, sehingga panas yang kita rasakan adalah akumulasi dari pelepasan energi dari perubahan fase uap air menjadi air dan energi panas sisa yang dipancarkan bumi.

Referensi

Buku Ilmu Alamiah dasar Drs. Maskoeri Jasin

Buku Ilmu Kealaman Dasar Drs. R. Soegito, B.Sc., M.Si. dan Kawan-Kawan.

http://latip.sdmuhcc.net/mengapa-saat-mendung-udara-terasa-panas.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Bumi

https://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya

Assignment 2: Metode Ilmiah

Science-Explosion


   Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Bedakan Pengetahuan Ilmiah dan Tidak Ilmiah.

   Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu, sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu atau dikatakan ilmiah adalah :

  1. Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya atau didukung metodik fakta empiris.
  2. Metodik, artinya pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
  3. Sistematik, artinya pengetahuan itu tidak disusun dalam suatu sistem di mana satu sama lain saling berkaitan dan saling menjelaskan, sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.
  4. Berlaku umum, artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.

  Pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah, diharapkan mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu yakni sifat rasional dan teruji, sehingga memungkinkan tubuh pengetahuan  yang disusun merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Dalam hal ini metode ilmiah menggabungkan cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif dalam membangun tubuh dan pengetahuannya.

   Cara berpikir deduktif adalah cara berpikir di mana kesimpulan ditarik dari suatu yang bersifat umum. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus, yang disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogismus disebut premis yang kemudian dapat dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut.

   Cara berpikir induktif adalah cara berpikir yang menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari pernyataan yang bersifat khusus atau individual. Penalaran induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi, yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.

   Cara berpikir deduktif terkait dengan rasionalisme, yang memberikan sifat rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan sebelumnya. Oleh karena itu, cara berpikir deduktif berdasarkan pada kriteria kebenaran koherensi atau teori koherensi. Rasionalisme adalah paham yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran.

   Teori koherensi adalah suatu pernyataan  pengetahuan rasionalisme yang memberikan sifat rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan sebelumnya yang dianggap benar. Namun demikian, penjelasan yang bersifat rasional dengan kriteria kebanaran koherensi tidak memberikan kesimpulan yang bersifat final. Hal ini disebabkan karena meskipun argumentasi secara rasional didasarkan kepada premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya, namun dimungkinkan pula pilihan yang berbeda dari sejumlah premis ilmiah yang tersedia, yang dipergunakan dalam penyusunan argumentasi. Oleh karena itu dalam metode ilmiah di samping menggunakan cara berpikir deduktif, dipergunakan pula cara berpikir induktif.

   Cara berpikir induktif terkait dengan empirisme, di mana dibutuhkan fakta-fakta yang mendukung. Oleh karena itu, cara berpikir induktif berdasarkan pada kriteria kebenaran korespondensi atau teori korespondensi.

   Empirisme adalah paham yang berpendapat, bahwa fakta  yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran. Teori korespondensi adalah suatu pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu koresponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

   Dalam metode ilmiah, pendekatan rasional digabungkan dengan pendekatan empiris. Secara rasional maka ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan pengetahuan yang sesuai dengan fakta dari yang tidak.

   Sedangkan pengetahuan non ilmiah bersifat:
  1. Persuasif, artinya mengajak agar pembaca mempercayainya,
  2. Emotif, melibatkan perasaan kepada pembaca,
  3. Deskriptif, bersifat menggambarkan apa adanya, menggunakan imajinasi dan subjektif (pendapat pribadi)

Langkah-Langkah Operasional Metode ilmiah

  1. Pengujian Hipotesis: Namun bila diketahui hipotesis tersebut tidak sepadan dengan fakta dan data yang didapatkan makan akan disusun hipotesis baru.
  2. Perumusan Masalah atau Problem: Kumpulan dari pertanyaan-pertanyaan yang disusun menjadi suatu rumusan masalah memperjelas batasan-batasan serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya. Biasanya untuk memudahkan penelitian.
  3. Hipotesis: Jawaban yang bersifat sementara dalam ilmu alamiah yang akan dipadukan dengan fakta dan data yang didapatkan dari hasil survei atau eksperimen.
  4. Penarikan Kesimpulan: Setelah mendapatkan hipotesis yang sesuai dengan fakta dan data dari sebuah survei atau eksperimen maka dapat disimpulkan bahwa kesimpulan tersebut merupakan ilmu pengetahuan.

Keunggulan dan Keterbatasan Metode Ilmiah

Keunggulan:

  •    Mencintai kebenaran yang objektif, bersikap adil, dan itu semua akan menjurus ke arah hidup yang bahagia.
  • Menyadari bahwa kebanaran itu tidak absolut; hal ini dapat menjurus ke arah mencari kebenaran itu terus menerus.
  • Dengan ilmu pengetahuan, orang lalu tidak percaya pada takhyul, astrologi maupun untung-untungan karena segala sesuatu di alam semesta ini terjadi melalui suatu proses yang teratur.
  • Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak. Ilmu pengetahuan yang kita  peroleh tentunya akan sangat membantu pola kehidupan kita.
  • Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk tidak berpikir secara prasangka, tetapi berpikir secara terbuka atau objektif, suka menerima pendapat orang lain atau bersikap toleran.
  • Metode ilmiah bimbingan kita untuk tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang nyata.
  • Metode ilmiah juga membimbing kita selalu bersikap optimis, teliti dan berani membuat suatu pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah kita adalah benar.

Keterbatasan:

   Kita telah mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu berasal dari pengamatan. Kita mengetahui pula bahwa panca indera kita juga mempunyai keterbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta atau fenomena, sehingga kesimpulan  yang diambil dari fakta-fakta yang keliru itu juga akan keliru. Jadi, kemungkinan keliru dari suatu kesimpulan ilmiah tetap ada. Oleh karena itu semua kesimpulan ilmiah atau dengan kata lain kebenaran ilmu pengetahuan termasuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bersifat tentatif. Artinya, suatu pendapat yang disimpulkan dengan menggunakan metode ilmiah diakui sebagai “benar” selama belum ada pendapat baru yang dapat menolak kesimpulan itu. Sebaliknya, apabila telah ditemukan kebenaran ilmiah yang dapat menolak kebenaran terdahulu maka pendapat terbaru lah yang diakui sebagai kebenaran, sehingga tidak mustahil suatu kesimpulan ilmiah bisa saja berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Tidak demikian halnya dengan pengetahuan yang didapat dari wahyu Allah SWT. Kebenaran dari pengetahuan ini bersifat mutlak, artinya tidak akan berubah sepanjang masa.

Assignment 1: Pengertian Ilmu Alamiah Dasar, Perkembangan Pemikiran Manusai, dan Mitos, Penalaran, dan Cara Memperoleh Pengetahuan.

Pengertian Ilmu Alamiah Dasar

   Ilmu alamiah dasar atau sering disebut dengan ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Pada dasarnya, manusia selalu ingin tahu terhadap apa yang dirasakan dan dialami dalam kehidupannya. Rasa ingin tahu inilah yang pada akhirnya membuat manusia berusaha mencari metode untuk mengetahui permasalahan yang dihadapinya agar kepuasan terhadap keingin tahuannya itu terpenuhi. IAD mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja dan ilmu yang hanya berbicara tentang bagaimana metode-metode ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala-gejala alam lebih secara filosofi. IAD merumuskan pemikiran yang selalu dilandasi oleh realisme, karena ilmu sains ini berbicara tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga tidak dapat lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh indra.
Sedangkan ilmu alamiah dasar menurut Abdulah Aly dan Eny Rahma (2006: V) “Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi”.

Ruang lingkup IAD
 
1. Kelahiran alam semesta
  • Mengenal alam semesta
  • Teori terbentuknya alam semesta
    • Teori Ledakan
      • Teori ledakan ini bertolak dan adanya suatu massa dan berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Massa itu kemudian berserakan mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan.
    • Teori ekspansi dan kontraksi
      • Teori ini berlandaskan pikiran bahwa ada suatu siklus dan alam semesta, yaitu “masa ekspansi” dan “masa kontraksi” diduga bahwa siklus ini berlangsung dalam waktu 30.000 juta tahun

2. Tata surya

   Surya adalah kata lain dari matahari. Tata surya berarti adanya suatu organisasi yang teratur pada matahari.

Terbentuknya tata surya:

 
  •  Hipotesis Nebular
    • Terbentuknya tata surya yang berasal dari gas yang sangat panas.
  • Hipotesis Planetesimal
    • Terbentuknya tata surya yang berasal dari kabut gas yang besar.
  • Teori Tidal
    • Terbentuknya tata surya yang berasal dari percikan matahari.

3. Bumi

Teori tentang kejadian bumi: 

  • Teori Kant Laplace
    • Di alam raya sudah ada alam yang telah berputar makin lama makin mendingin. Perputaran ini mengakibatkan pendataran di bagian kutub-kutubnya dan menimbun materi di bagian khatulistiwanya yang merupakan daerah paling tidak stabil sewaktu perputaran semakin cepat, bagian tersebut akan terlepas materi dan massa asalnya. Kemudian mengambil kondensasi, akhirnya menjadi padat berputar mengelilingi massa asal. Maka massa asal tersebut menjadi matahari dan bagian yang terlepas setelah padat menjadi planet.
  • Teori Chamberlain dan Maulton
    • Mereka mengemukakan suatu teori tentang matahari dan bumi, teorinya terkenal dengan teori planetesimal.
  • Teori Jean dan Jefreys
    • Bintang besar yang jauh lebih besar dari matahari memiliki gaya tarik yang sangat kuat terhadap matahari, akibatnya akan terjadi gelombang pasang pada permukaan matahari yang menyerupai gunung yang sangat tinggi dan menyerupai lidah raksasa yang berupa gas sangat panas, selanjutnya mengalami pemadatan kemudian pecah menjadi benda-benda tersendiri yang disebut planet.

4. Asal mula kehidupan di bumi

  • Generation Spontaniea
    • Makhluk hidup terjadi secara spontan.
  • Cosmozoa
  • Manusia berasal dari luar angkasa.
  • Omne Vivum ex Ovo
    • Semua kehidupan berasal dari telur
  • Omne Ovum ex Vivo
    • Semua telur berasal dari kehidupan

Perkembangan Alam Pikiran Manusia

   Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur dan waktu dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra sejarah manusia hidup dari berburu dan berladang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian meningkat menjadi petani dan peternak yang menetap. Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini.

Berikut ini,pengelompokan perkembangan kecerdasan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa :

  1. Masa bayi (0 – 2 Tahun)

Masa bayi menurut psikologi disebut juga sebagai periode sensomotorik. Pada periode ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan, berjalan, berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain. Dengan gerakan – gerakan anggota tubuhnya,ia belajar memadukan keterangan – keterangan melalui semua alat inderanya.

  1. Masa Kanak – kanak ( 3 – 5 Tahun )

Masa kanak – kanak disebut sebagai periode praoperasional, dengan kisaran usia 2 – 7 tahun. Pada periode ini,dorongan keingintahuannya sangat besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya. Apalagi pada masa ini si anak sudah memiliki keterampilan berbahasa lisan. Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambang– lambang,seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak kosong.

  1. Masa Usia Sekolah ( 6 – 12 Tahun )

Masa ini disebut juga sebagai periode operasional nyata,dengan kisaran usia 7-11 tahun. Pada periode ini,anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik, dan motorik yang baik. Para ahli psikologi menyebut juga masa ini sebagai “masa tenang”, karena proses perkembangan emosional si anak telah mendapatkan kepuasan maksimal sesuai dengan kemampuan individu. Perolehan pengetahuannya masih dengan induksi (pengamatan dan percobaan), walaupun sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.

  1. Masa Remaja ( 13 – 20 Tahun )

Periode ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang dewasa, padahal secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan nalar serta berhipotesis.

  1. Masa dewasa ( > 20 Tahun )

Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.

Telah kita ketahui bahwa manusia mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap apapun yang ada di dunia ini dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi yang sering terjadi manusia tidak mendapatkan jawaban bahkan tidak jarang hasil yang didapatkan dari sebuah jawabapun tidak memuaskan. Dalam pemecahan permasalahan pada Manusia Kuno, untuk memuaskan diri, mereka bahkan mencoba untuk membuat jawaban sendiri atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari rasa ingin tahu tersebut. Misalnya, Apakah pelangi itu? Mereka tidak dapat menjawabnya. Maka mereka mencoba menjawabnya dengan mengatakan bahwa pelangi itu adalah selendang bidadari. Lalu timbulah pengetahuan baru bahwa yaitu bidadaridan begitupun selanjutnya. Dari pengetahuan baru yang merupakan kombinasi-kombinasi  antara pengalaman-pengalaman dan kepercayaan, maka munculah sebuah istilah yang disebut dengan Mitos yang akan saya bahas pada judul selanjutnya.


Mitos, Penalaran, dan Cara Memperoleh Pengetahuan

   MITOS

   Mitos dalam bahasa Yunani adalah mytho yang artinya sesuatu yang diungkapkan sedangkan dalam bahasa Belanda adalah mythe / mite. Definisi Mitos itu sendiri adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Secara sederhana Mitos dapat dikatakan suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi.

   Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarakat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat. Mitos juga disebut Mitolog, yang kadang diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan berkaitan dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Mitos juga mengisahkan petualangan para dewa, kisah percintaan mereka, kisah perang mereka dan sebagainya.

   Mengapa Mitos dipercaya? Sebab masyarakat beranggapan mitos sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat tradisional yang masih sangat kental budaya kedaerahnya. Mereka kebanyakan mengabaikan logika dan lebih mempercayai hal-hal yang sudah turun menurun dari nenek moyang.

Faktor yang mempengaruhi manusia begitu mudah menerima mitos yakni :

1. Rasa Ingin Tahu

   Ilmu pengetahuan alam bermula dari rasa ingin tahu yang merupakan ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda di alam sekitarnya, bulan, bintang, dan matahari, bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri (antroposentris).

   Dengan pertolongan akal budinya manusia menemukan berbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan. Tetapi adanya akal budi itu juga menimbulkan rasa ingin tahu yang selalu berkembang. Rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Kalau salah satu soal dapat dipecahkan maka timbul soal lain yang menunggu penyelesaian. Akal budi manusia tidak pernah puas dengan pengetahuan yang dimilikinya.

   Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam pikirannya. Kegiatan yang dilakukan manusia itu kadang-kadang kurang serasi dengan tujuannya. Sehingga tidak dapat menghasilkan pemecahan. Tetapi kegagalan biasanya tidak menimbulkan rasa putus asa, bahkan seringkali justru membangkitkan semangat yang lebih menyala-nyala untuk memecahkan persoalan. Dengan semangat yang makin berkobar ini diadakan lah kegiatan-kegiatan lain yang dianggap lebih serasi dan dapat diharapkan akan menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.

2. Mitos

   Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan ataupun pengalaman. Untuk itulah, manusia mereka-reka sendiri jawaban atas keingintahuannya itu. Sebagai contoh: “Apakah pelangi itu?”, karena tak dapat dijawab, manusia mereka-reka jawaban bahwa pelangi adalah selendang bidadari. Jadi muncul pengetahuan baru yaitu bidadari. Contoh lain: “Mengapa gunung meletus?”, karena tak tahu jawabannya, manusia mereka-reka sendiri dengan jawaban: “Yang berkuasa dari gunung itu sedang marah”.

   Dengan menggunakan jalan pemikiran yang sama muncullah anggapan adanya “Yang kuasa” di dalam hutan lebat, sungai yang besar, pohon yang besar, matahari, bulan, atau adanya raksasa yang menelan bulan pada saat gerhana bulan. Pengetahuan baru yang bermunculan dan kepercayaan itulah yang kita sebut dengan mitos. Cerita yang berdasarkan atas mitos disebut legenda.

   Mitos itu timbul disebabkan antara lain karena keterbatasan alat indera manusia misalnya:

  • Alat Penglihatan

   Banyak benda-benda yang bergerak begitu cepat sehingga tak tampak jelas oleh mata. Mata tidak dapat membedakan benda-benda. Demikian juga jika benda yang dilihat terlalu jauh, maka tak mampu melihatnya.

  • Alat Pendengaran

   Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai 30.000 perdetik. Getaran di bawah 30 atau di atas 30.000 perdetik tak terdengar.

  • Alat Pencium dan Pengecap

   Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dicecap maupun diciumnya. manusia hanya bisa membedakan 4 jenis masa yaitu rasa manis,masam ,asin dan pahit. Bau seperti parfum dan bau-bauan yang lain dapat dikenal oleh hidung kita bila konsentrasi di udara lebih dari sepersepuluh juta bagian. Melalui bau, manusia dapat membedakan satu benda dengan benda yang lain namun tidak semua orang bisa melakukannya.

  • Alat Perasa

   Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin namun sangat relatif sehingga tidak bisa dipakai sebagai alat observasi yang tepat. Alat-alat indera tersebut di atas sangat berbeda-beda, di antara manusia ada yang sangat tajam penglihatannya, ada yang tidak.

   Alat-alat indera tersebut di atas sangat berbeda-beda, di antara manusia: ada yang sangat tajam  penglihatannya, ada yang tidak. Demikian juga ada yang tajam penciumannya ada yang lemah. Akibat dari keterbatasan alat indera kita maka mungkin timbul salah informasi, salah tafsir dan salah pemikiran. Untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan alat indera tersebut dapat juga orang dilatih untuk itu, namun tetap sangat terbatas. Usaha-usaha lain adalah penciptaan alat. Meskipun alat yang diciptakan ini masih mengalami kesalahan. Pengulangan pengamatan  dengan berbagai cara dapat mengurangi kesalahan pengamatan tersebut. Jadi, mitos itu dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena:

  • Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan penginderaan baik langsung maupun dengan alat.
  • Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu.
  • Hasrat ingin tahunya terpenuhi
   Menurut Auguste comte (1798-1857),dalam sejarah perkembangan jiwa manusia, baik sebagai individu maupun sebagai keseluruhan, berlangsung tiga tahap:
1. Tahap teologi atau fiktif
   Pada tahap teologi atau fiktif manusia berusaha untuk mencaari atau menemukan sebab yang pertama dan tujuan yang terakhir dari segala sesuatu,dan selalu dihubungkan dengan kekuatan ghaib. Gejala alam yang menarik perhatiannya selalu diletakkan dalam kaitannya dengan sumber yang mutlak. Mempunyai anggapan bahwa setiap gejala dan peristiwa dikuasi dan diatur oleh para dewa atau kekuatan ghaib lainnya.
2. Tahap filsafat atau metafisik atau abstrak
   Tahap metafisika atau abstrak merupakan tahap dimana manusia masih tetap mencari sebab utama dan tujuan akhir, tetapi manusia tidak lagi menyadarkan kepada kepercayan akan adanya kekuatan ghaib , melainkan kepada akalnya sendiri,akal yang telah mampu melakukan abstraktasi guna menemukan hakikat segala sesuatu.
3. Tahap positif atau ilmiah riel
   Tahap positif atau riel merupakan tahap dimana manusia telah mampu berfikir secara positif atau riel,atas dasar pengetahuan yang telah dicapainya yang dikembangkan secara positif , melalui pengamatan , percobaan dan perbandingan.
PENALARAN
Penalaran terbagi menjadi dua yaitu :
1. Penalaran Deduktif
   yaitu cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang  bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dan menggunakan pola berpikir silogisme.
2. Penalaran Induktif
   yaitu cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat  khusus untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum dan terkait dengan pengetahuan empirisme.
CARA MEMPEROLEH PENGETAHUAN
   Menurut Charles Price, ada 4 macam cara untuk memperoleh pengetahuan yaitu:
1. Percaya
Seseorang akan mendapat pengatahuan karena ia percaya pada hal tersebut adalah benar.
2. Wibawa
Sesuatu akan dianggap benar,apa bila seseorang yg berwibawa menyatakan benar
3. Apriori
 Merupakan suatu keyakinan/pendirian/anggapan sebelum mengetahui (melihat, mendengar, menyelidiki) keadaan tertentu.
4. Metode Ilmiah
Sesuatu dianggap ilmiah apa bila memiliki patokan yang merupakan rambu2 untuk menentukan benar atau salah.
   Ilmu pengetahuan dianggap Alamiah apabila memenuhi 4 syarat yaitu:
  • Objektif
    Pengetahuan itu sesuai dengan Objek
  • Metodik
    Pengetahuan itu diperoleh dengan cara2 tertentu dan terkontrol
  • Sistematis
    Pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri satu sama lain saling berkaitan ,saling menjelaskan,sehingga keseluruhan menjadi kesatuan yg utuh.
  • Berlaku Umum/ Universal
    Pengetahuan tidak hanya diamati hanya oleh seseorang atau oleh beberapa orang saja ,tapi semua orang dengan eksperimentasi yg sama akan menghasilkan sesuatu yg sama atau konsisten.
   Ada 2 pokok untuk memperoleh pengetahuan yaitu:
  1. Empiris
    Yaitu pengetahuan yg disusun berdasarkan pada pengalaman, paham yg dikembangkan disebut Empiris. Bagi kaum rasionalis berpendapat pengetahuan manusia diperoleh melalui penalaran rasional yg abstrak,namun diperoleh melalui pengalaman yg kongkrit.
  2. Rasionalisme
    Yaitu suatu cara yg didasarkan pada suatu rasio. Padanganya menyatakan rasio merupakan sumber dan pangkal dari segala pengertian hanya rasio sajalah yg dapat membawa orang kepada kebenaran dan dapat memberi petunjuk dalam segala jalan pikiran
   Beberapa alasan mengapa manusia mudah menerima mitos
  1. Keterbatasan pengetahuan manusia, pada umunya manusia memperoleh informasi dari cerita orang yang mengetahui akan suatu hal. Kemudian hal ini bepindah telinga kepada manusia yang lain. yang menjadi masalah adalah kebenaran tentang informasi atau pengetahuan yang muncul dan telah menyebar tersebut.
  2. Keterbatasan manusia dalam menalarkan sesuatu, ini dikarenakan kemampuan berpikir manusia pada saat itu masih latih. Sehingga pemikiran yan dihasilkan dapat benar dan dapat pula salah.
  3. Keingintahuan manusia yang telah terpenuhi untuk sementara, mengadung pengertian bahwa ketika manusia tlah mampu menalarkan sedikit hal yang ada dalam pikirannya maka disitulah letak kepuasan manusia yang diterimanya secara intuisi.
  4. Keterbatasan alat indera manusia, selain beberapa hal diatas keterbatasan manusia terhadap bagaimana Ia menggunakan alat inderanay masih terbatas sehingga jangkauan yang sangat detail dalam suatu penciptaan hal yang baru masih bisa diragukan.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Mitos

http://ratnawidya04.blogspot.co.id/2012/04/ilmu-alamiah-dasar.html

http://widyaitaw.blogspot.co.id/2012/03/bagaimana-cara-manusia-memperoleh.html

http://mistermief.blogspot.co.id/2012/03/manusia-begitu-mudah-menerima-mitos.html

http://riccoroviandy.blogspot.co.id/2012/03/bagaimana-manusia-begitu-mudah-menerima.html

http://studippkn.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-dan-definisi-ilmu-alamiah.html

http://dzakiyyah95.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-dan-tujuan-mempelajari-ilmu.html

http://zalfamaylutfina.blogspot.co.id/2015/11/rangkuman-materi-ilmu-alamiah-dasar.html

https://intanayuda8.wordpress.com/2013/04/05/ilmu-alamiah-dasar-html/

 

Penyimpangan LGBT!

Well, LGBT is one of the controversial issues nowadays. So I made a term paper about it, and here it is:

(be free to copy it but please write my link)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1     Latar Belakang

          Pada dasarnya, manusia diciptakan berpasang-pasangan. Lelaki dengan perempuan, dan begitu pula sebaliknya. Namun sekarang ini, banyak sekali ditemukan penyimpangan pada kodrat manusia, salah satunya adalah rasa suka atau cinta pada sesama jenis atau biasa dikenal dengan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender)

Homoseksualitas adalah rasa ketertarikan atau rasa suka dan cinta seorang individu kepada individu lainnya yang berjenis kelamin sama. Adapun sebutan lesbian dipakai untuk wanita yang menyukai atau mencintai sesama wanita, dan ada pula sebutan gay untuk pria yang menyukai atau mencintai sesama pria.

Homoseksual kini sudah semakin meluas, bahkan di beberapa negara sudah dilegalkan pernikahan sesama jenis. Di Indonesia sendiri, negara islam terbesar, homoseksual yang masih menjadi kaum minoritas sudah mulai melewati zona amannya. Dan anehnya lagi, hampir tidak ada organisasi atau tokoh umat yang menanggapinya dengan serius.

Dibalik itu semua, bagaimana bisa manusia yang kodratnya adalah heteroseksual menjadi ada yang homoseksual atau biseksual (ketertarikan pada sesama dan juga berbeda jenis kelamin)? Apa penyebab terjadinya dan menyebarnya ‘virus’ homoseksual ini? Ada penelitian yang mengatakan bahwa pada awalnya homoseksual ini seperti layaknya vampire, dapat menyebar dari individu ke individu lainnya dengan cepat. Karena sudah melakukan hubungan seks sesama jenis, korban atau pelaku,akan terus mencari mangsa lainnya dengan sendirinya atau tanpa sadar. Dengan begitu, semakin luas penyebaran homoseksual. Ditambah zaman yang sudah modern, banyak sekali komunitas homoseksual di sosial media seperti facebook, twitter, dan bahkan ada aplikasi khusus homoseksual.

Dan karena itu pula, kami disini mengambil tema makalah “Upaya Mengatasi Penyimpangan Homoseksual” dengan tujuan agar penulis dan pembaca semakin tahu apa itu, bahaya, dan bagaimana cara mengatasi penyimpangan dari homoseksualitas.

 

1.2     Rumusan Masalah

  1. Apa itu penyimpangan seksual?
  2. Apa itu homoseksual?
  3. Apa saja faktor – faktor penyebab penyimpangan homoseksual?
  4. Bagaimana gejala orang yang terkena penyimpangan homoseksual?
  5. Bagaimana contoh dan ciri-ciri penyimpangan homoseksual?
  6. Bagaimana cara mengatasai orang yang terkena penyimpangan homoseksual?

1.3     Tujuan Pembelajaran

  1. Mengetahui pengertian dari penyimpangan homoseksual
  2. Mengetahui bagaimana mencegah terkena penyimpangan homoseksual
  3. Mengetahui bagaimana mengatasi penyimpangan homoseksual
  4. Menambah wawasan tentang penyimpangan seksual khususnya pada homoseksual


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1     Pengertian Penyimpangan Homoseksualitas

2.1.1    Pengertian Penyimpangan

              Penyimpangan Menurut Beberapa Sosiolog

  1. James Vander Zander

Perilaku menyimpang merupakan perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas – batas toleransi oleh sejumlah besar orang.

  1. Robert M. Z. Lawang

Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

  1. Bruce J. Cohen

Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

  1. Paul B. Horton

Penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.

 

Dari definisi-definisi di atas, pengertian perilaku menyimpang dapat diartikan sebagai setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Perilaku-perilaku seperti ini terjadi karena seseorang mengabaikan norma atau tidak mematuhi patokan baku dalam masyarakat sehingga sering dikaitkan dengan istilah-istilah negatif.

Penyimpangan adalah perilaku yang melanggar standar perilaku atau harapan dari sebuah kempok atau masyarakat. Tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Penyimpangan melibatkan pelanggaran norma kelompok yang mungkin atau tidak mungkin diformalkan menjadi hukum.

                 

                  Penyimpangan dari Sudut Pandang Psikologi

Teori ini berpandangan bahwa penyakit mental dan gangguan kepribadian berkaitan erat dengan beberapa bentuk perilaku menyimpang karena perilaku menyimpang sering kali dianggap sebagai suatu gejala penyakit mental. Perilaku menyimpang juga sering kali dikaitkan dengan penyakit mental, namum demikian teori psikologis tidak dapat memberikan banyak bantuan untuk menjelaskan penyebab perilaku menyimpang seseorang.

 

Ilmuwan yang terkenal di bidang ini adalah Sigmund Freud. Dia membagi diri manusia menjadi tiga bagian penting sebagai berikut:

  • Id, yaitu bagian diri yang bersifat tidak sadar, naluriah, dan impulsif (mudah terpengaruh oleh gerak hati).
  • Ego, yaitu bagian diri yang bersifat sadar dan rasional (penjaga pintu kepribadian).
  • Superego, yaitu bagian diri yang telah menyerap nilai-nilai kultural dan berfungsi sebagai suara hati.

Menurut Freud, perilaku menyimpang terjadi apabila id yang berlebihan (tidak terkontrol) muncul bersamaan dengan superego yang tidak aktif, sementara dalam waktu yang sama ego yang seharusnya dominan tidak berhasil memberikan perimbangan.

 

2.1.2    Pengertian Penyimpangan Seksual

              Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang-orang tersebut adalah objek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan. Psikologi berpandangan bahwa penyakit mental dan gangguan kepribadian berkaitan erat dengan beberapa bentuk perilaku penyimpangan.

Penyimpangan seksual adalah segala bentuk penyimpangan seksual, baik arah, minat, maupun orientasi seksual. Penyimpangan adalah gangguan atau kelainan. Sedangkan perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini bisa bermacam-macam mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku berkencan, bercumbu, dan bersenggama. Objek seksualnya juga bisa berupa orang lain, diri sendiri, maupun objek dalam khayalan.

Penyimpangan seksual merupakan salah satu bentuk perilaku yang menyimpang karena melanggar norma-norma yang berlaku. Penyimpangan seksual dapat juga diartikan sebagai bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai dan norma. Yang melanggar, bertentangan, atau menyimpang dari aturan-aturan hukum.

Sebagian dari tingkah laku itu memang tidak berdampak apa-apa, terutama jika tidak ada akibat fisik atau sosial yang dapat ditimbulkannya. Akan tetapi pada sebagian perilaku seksual yang lain, dampaknya cukup serius, seperti perasaan bersalah, depresi, marah dan sebagainya (Sarwono, 2006).

 

2.1.3    Pengertian Homoseksual

Kata homoseksual adalah hasil penggabungan bahasa Yunani dan Latin dengan elemen pertama berasal dari bahasa Yunani ὁμός homos, ‘sama’ (tidak terkait dengan kata Latin homo, ‘manusia’, seperti dalam Homo sapiens), sehingga dapat juga berarti tindakan seksual dan kasih sayang antara individu berjenis kelamin sama, termasuk lesbianisme.  Gay umumnya mengacu pada homoseksualitas laki-laki, tetapi dapat digunakan secara luas untuk merujuk kepada semua orang LGBT. Dalam konteks seksualitas, lesbian, hanya merujuk pada homoseksualitas perempuan. Kata “lesbian” berasal dari nama pulau Yunani Lesbos, di mana penyair Sapfo banyak sekali menulis tentang hubungan emosionalnya dengan wanita muda.

Homoseksualitas adalah rasa ketertarikan romantis dan/atau seksual atau perilaku antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas mengacu kepada “pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalaman seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis” terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama, “Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam komunitas lain yang berbagi itu.”

Istilah umum dalam homoseksualitas yang sering digunakan adalah lesbian untuk perempuan pecinta sesama jenis dan gay untuk pria pecinta sesama jenis, meskipun gay dapat merujuk pada laki-laki atau perempuan. Bagi para peneliti, jumlah individu yang diidentifikasikan sebagai gay atau lesbian — dan perbandingan individu yang memiliki pengalaman seksual sesama jenis — sulit diperkirakan atas berbagai alasan.  Dalam modernitas Barat, menurut berbagai penelitian, 2% sampai 13% dari populasi manusia adalah homoseksual atau pernah melakukan hubungan sesama jenis dalam hidupnya. Sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa 20% dari populasi secara anonim melaporkan memiliki perasaan homoseksual, meskipun relatif sedikit peserta dalam penelitian ini menyatakan diri mereka sebagai homoseksual.

 

2.2     Gejala dan Faktor dari Penyimpangan Homoseksualitas

     2.2.1    Gejala Penyimpangan Homoseksualitas

      Gejala Umum

      Kebanyakan pria yang menghadapi perasaaan homoseksual yang tidak diinginkan merasa terlalu familiar dengan gejala-gejala masalah homoseksualitas mereka. Sangat mudah untuk melihat gejala ini, dan sangat sulit untuk melihat jauh di bawah gejala itu untuk menemukan masalah yang mendasari. Beberapa dari gejala yang paling menyakitkan dan mengganggu adalah berikut ini:

      Nafsu

      Bagi para gay, mengidolakan pria sangat mudah berubah menjadi erotisisasi. Tidak mampu merasa “cukup laki-laki” di dalam diri, mereka menginginkan pria lain untuk “melengkapi” mereka dari luar. Memandangi atau menyentuh badan pria lain membuat mereka benar-benar “merasakan” maskulinitas dalam suatu cara yang tidak pernah dapat dirasakannya dari diri sendiri. Tapi menuruti nafsu melalui pornografi, fantasi, atau voyeurism hanya akan meningkatkannya. Lebih jauh lagi mendewakan pria yang dinginkan dan mengisolasi diri dari mereka, memperlebar jurang yang tumbuh antara diri sendiri dan “pria sejati” yang membuat mereka tampak seperti “lawan jenis.” Nafsu juga membuka pintu bagi mereka kearah kecanduan sex.

      Ketergantungan Seksual

      Kepuasan seksual dapat sangat memabukkan bagi pria. Segera ketika sebagian dari mereka mulai menggunakan nafsu atau pornografi untuk membius luka emosional, mereka berada di jalur cepat ke ketergantungan seks – mungkin satu dari ketergantungan yang pria sangat mudah terjatuh ke dalamnya dan yang paling sulit untuk lepas darinya. Mereka dari para gay yang menjadi kecanduan akan seks dan pornografi menemukan bahwa, untuk dapat lepas dari kecanduan homoseksual, mereka seringkali harus menjalani paling tidak dua “program recovery” secara bersamaan – program “detox” untuk menarik mereka dari kebiasaan seks dan program pengakuan maskulinitas dan penyembuhan dari dalam untuk menyembuhkan luka emosional.

      Obsesi

      Bahkan mereka yang dapat menghindari memperturutkan perasaan homoseksual dengan pria lain atau keinginan yang mengarah ke ketergantungan, seringkali menemukan dirinya menjadi terobsesi dengan tubuh pria dan seksualitasnya. Mereka menemukan diri mereka memandangi pria lain terus menerus dan membandingkan diri mereka dengan para pria lain itu. Sebagaimana tradisi gay yang terobsesi dengan fisik, mereka juga menjadi merasa mudah terobsesi dengan kualitas-kualitas ideal.

      Rasa Bersalah

      Nafsu dan obsesi mereka mengarahkan banyak dari mereka menjadi merasa bersalah dan malu yang dalam, yang menarik mereka menjadi lebih down. Mereka tidak ingin menjadi gay. Mereka tidak ingin seseorang tahu perasaan mereka. Beberapa dari mereka tenggelam dalam rasa bersalah, bahkan merencanakan bunuh diri. Yang lain memutuskan bahwa rasa bersalah adalah masalahnya dan mencoba mengabaikan nalurinya, membuang keyakinan agamanya, memutuskan hubungan keluarga, memberikan izin kepada diri sendiri untuk memperturutkan nafsunya, mencari “Mr. Right” dan merangkul “gay pride.”

      Apakah itu berhasil? Tampaknya, untuk sementara. Tapi mereka yang mencobanya mendapati bahwa membungkam nuraninya tampaknya mengarahkan ke sisi gelap yang lebih dan lebih dalam dari “kehidupan gay”, dimana mereka menginginkan lebih dan pengalaman seks yang lebih liar untuk mendapatkan kepuasan yang sama. Itu menghancurkan kerinduan spiritual mereka akan Tuhan dan akan kebaikan. Mereka yang mengambil jalan ini pada suatu saat jatuh ke dasar, dan akhirnya memohon pertolongan.

      Konflik Internal

      Kebanyakan, masalah ini dan gejalanya menimbulkan konflik yang sangat ekstrim yang kadang terasa akan merobek-robek diri mereka. Dari dalam diri mereka mengharapkan pemulihan emosional dan rasa keutuhan. Jiwa mereka sendiri mengharapkan suatu kekuatan dan tujuan yang lebih besar. Sosial mereka mengharapkan kesatuan dengan pria heteroseksual dan penerimaan dalam dunia maskulin. Tetapi, didorong oleh nafsu mereka, Seksual mereka mengancam untuk menguasai bagian mereka yang lain. Seksual mereka membohongi diri sendiri bahwa mereka dapat memuaskan seluruh hasrat mereka dan mendapatkan kebahagiaan dan pemulihan dengan melakukan hubungan seks dengan pria lain. Pada akhirnya, salah satu harus menang. Mereka tidak dapat hidup dalam kondisi peperangan di dalam diri mereka selamanya.

 

     2.2.2    Faktor Penyebab Homoseksualitas

      Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab homoseksual tersebut, di antaranya:

      Faktor Keluarga

      Didikan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya memiliki peranan yang penting bagi para anak untuk lebih cenderung menjadi seorang anggota LGBT daripada hidup normal layaknya orang yang lainnya.

      Ketika seorang anak mendapatkan perlakuan yang kasar atau perlakuan yang tidak baik, maka pada akhirnya kondisi itu bisa menimbulkan kerenggangan hubungan keluarga serta timbulnya rasa benci si anak pada orang tuanya. Sebagai contoh adalah ketika seorang anak perempuan mendapatkan perlakuan yang kasar atau tindak kekerasan lainnya dari ayah atau saudara laki-lakinya yang lain, maka akibat dari trauma tersebut nantinya anak perempuan tersebut bisa saja memiliki sifat atau sikap benci terhadap semua laki-laki.

      Akibat sikap orang tua yang terlalu mengidam-idamkan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan, namun kenyataan yang terjadi justru malah sebaliknya. Kondisi seperti ini bisa membuat anak akan cenderung bersikap seperti apa yang diidamkan oleh orang tuanya.

      Orang tua yang terlalu mengekang anak juga bisa malah menjerumuskan anak pada pilihan hidup yang salah.

      Kurangnya didikan perihal agama dan masalah seksual dari orang tua tua kepada anak-anaknya. Orang tua sering beranggapan bahwa membicarakan masalah yang menyangkut seksual dengan anak-anak mereka adalah suatu hal yang tabu, padahal hal itu justru bisa mendidik anak agar bisa mengetahui perihal seks yang benar.

      Faktor Lingkungan dan Pergaulan

      Lingkungan serta kebiasaan seseorang dalam bergaul disinyalir telah menjadi faktor penyebab yang paling dominan terhadap keputusan seseorang untuk menjadi bagian dari komunitas LGBT. Beberapa poin terkait dengan faktor ini adalah:

      Seorang anak yang dalam lingkungan keluarganya kurang mendapatkan kasih sayang, perhatian, serta pendidikan baik masalah agama, seksual, maupun pendidikan lainnya sejak dini bisa terjerumus dalam pergaulan yang tidak semestinya. Di saat anak tersebut mulai asik dalam pergaulannya, maka ia akan beranggapan bahwa teman yang berada di dekatnya bisa lebih mengerti, menyayangi, serta memberikan perhatian yang lebih padanya. Dan tanpa ia sadari, teman tersebut justru membawanya ke dalam kehidupan yang tidak benar, seperti narkoba, miras, perilaku seks bebas, serta perilaku seks yang menyimpang.

      Masuknya budaya-budaya yang berasal dari luar negeri mau tidak mau telah dapat mengubah pola pikir sebagian besar masyarakat kita dan pada akhirnya terjadilah pergeseran norma-norma susila yang dianut oleh sebagian masyarakat. sebagai contoh adalah perilaku seks yang menyimpang seperti seks bebas maupun seks dengan sesama jenis atau yang lebih dikenal dengan istilah LGBT.

      Faktor Genetik

      Dari beberapa hasil penelitian telah menunjukkan bahwa salah satu faktor pendorong terjadinya homoseksual, lesbian, atau perilaku seks yang menyimpang lainnya bisa berasal dari dalam tubuh si pelaku yang sifatnya bisa menurun dari anggota keluarga terdahulu. ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait masalah ini, seperti:

      Dalam dunia kesehatan, pada umumnya  seorang pria normal memiliki kromosom XY dalam tubuhnya, sedangkan wanita yang normal kromosomnya adalah XX. Akan tetapi dalam beberapa kasus ditemukan bahwa seorang pria bisa saja memiliki jenis kromosom XXY, ini artinya bahwa laki-laki tersebut memiliki kelebihan satu kromosom. Akibatnya, lelaki tersebut bisa memiliki berperilaku yang agak mirip dengan perilaku perempuan.

      Keberadaan hormon testosteron dalam tubuh manusia memiliki andil yang besar terhadap perilaku LGBT. Seseorang yang memiliki kadar hormon testosteron yang rendah dalam tubuhnya, maka bisa mengakibatkan antara lain berpengaruh terhadap perubahan perilakunya, seperti perilaku laki-laki menjadi mirip dengan perilaku perempuan.

      Faktor Akhlak dan Moral

      Faktor moral dan akhlak yang dimiliki seseorang juga memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku LGBT yang dianggap menyimpang. Ada beberapa hal yang dapat berpengaruh pada perubahan akhlak dan moral yang dimiliki manusia yang pada akhgirnya akan menjerumuskan manusia tersebut kepada perilaku yang menyimpang seperti LGBT, yaitu:

      Iman yang lemah dan rapuh. Ketika seseorang memiliki tingkat keimanan yang lemah dan rapuh, besar kemungkinan kondisi tersebut akan membuatnya lemah dalam hal mengendalikan hawa nafsu. Kita tahu bahwa iman adalah benteng yang paling efektif dalam diri seseorang untuk menghindari terjadinya perilaku seksual yang menyimpang. Jadi dengan lemahnya iman, maka kekuatan seseorang untuk dapat mengendalikan hawa nafsunya akan semakin kecil, dan itu nantinya bisa menjerumuskan orang itu pada perilaku yang menyimpang, salah satunya dalam hal seks.

      Semakin banyaknya rangsangan seksual. Banyak contoh yang bisa kita ambil sebagai pemicu rangsangan seksual seseorang. Misalnya semakin maraknya VCD porno, majalah porno, atau video-video lain yang bisa kita akses melalui internet.

      Faktor Pendidikan dan Pengetahuan Tentang Agama

      Faktor internal lainnya yang menjadi penyebab kemunculan perilaku seks menyimpang seperti kemunculan LGBT adalah pengetahuan serta pemahaman seseorang tentang agama yang masih sangat minim. Di atas dikatakan bahwa agama atau keimanan merupakan benteng yang paling efektif dalam mengendalikan hawa nafsu serta dapat mendidik kita untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Untuk itulah, sangat perlu ditanamkan pengetahuan serta pemahaman agama terhadap anak-anak sejak usia dini untuk membentuk akal, akhlak, serta kepribadian mereka.

 

2.3     Ciri-Ciri Homoseksualitas

Homoseksualitas dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu:

Gay

Gay atau “Homo” adalah istilah untuk  yang memiliki kecenderungan seksual kepada sesama pria atau disebut juga pria yang mencintai pria baik secara fisik, seksual, emosional ataupun secara spiritual. Mereka juga rata-rata agak memedulikan penampilan, dan sangat memperhatikan apa-apa saja yang terjadi pada pasangannya. Biasanya mereka melakukan hubungan sesama jenis melalui seks oral atau seks anal. Hubungan melalui anal seks disebut juga sodomi.

Lesbian

Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional atau secara spiritual. Istilah ini dapat digunakan sebagai kata benda jika merujuk pada perempuan yang menyukai sesama jenis, atau sebagai kata sifat apabila bermakna ciri objek atau aktivitas yang terkait dengan hubungan sesama jenis antar perempuan.

 

Selain itu menurut Coleman, dkk (1980) dalam Supraptiknya (1990) menggolongkan homoseksualitas ke dalam beberapa jenis yakni:

  1. Homoseksual tulen yaitu gambaran streotiptik popular tentang laki-laki yang keperempuan-perempuanan atau sebaliknya perempuan yang kelelaki-lakian.
  2. Homoseksual malu-malu yaitu kaum laki-laki yang suka mendatangi WC-WC umum atau tempat-tempat mandi uap terdorong oleh hasrat homoseksual namun tidak mampu dan tidak berani menjalin hubungan personal yang cukup intim dengan orang lain untuk mempraktikkan homoseksualitas.
  3. Homoseksual tersembunyi yaitu kelompok ini biasanya berasal dari kelas menengah dan memiliki status sosial yang mereka rasa perlu dengan menyembunyikan homoseksualitas mereka. Homoseksualitas mereka biasanya hanya diketahui oleh sahabat-sahabat karib, kekasih mereka, atau orang lain tertentu yang jumlahnya sangat terbatas.
  4. Homoseksual situasional yaitu Terdapat aneka jenis situasi yang dapat mendorong orang mempraktikkan homoseksualitas tanpa disertai komitmen yang mendalam, misalnya penjara dan medan perang. Akibatnya, biasanya mereka kembali mempraktikkan heteroseksualitas sesudah keluar dari situasi tersebut
  5. Biseksual yaitu orang yang mempraktikkan baik homoseksualitas maupun heteroseksualitas sekaligus.
  6. Homoseksual mapan yaitu sebagian besar kaum homoseksual menerima homoseksualitas mereka, memenuhi aneka peran kemasyarakatan secara bertangggung jawab dan mengikatkan diri dengan komunitas homoseksual setempat. Secara keseluruhan, kaum homoseksual tidak menunjukkan gejala gangguan kepribadian yang lebih di bandingkan kaum heteroseksual. Banyak kaum homoseksual menjalin hubngan intim yang stabil dengan seorang pasangan, khususnya dikalangan kaum lesbian. Ada kecenderungan bahwa kaum lesbian lebih mengutamakan hubungan mereka, bukan pada aspek-aspek seksualnya, sedangkan kaum homoseksual lelaki cenderung mengutamakan aspek-aspek seksual dalam hubungan mereka

Ciri – Ciri gay:

Tatapan

Seorang pria akan menatap pria lain lebih lama dari pria biasa. Biasanya lebih dari 3 detik, dan itu dilakukan berulang-ulang. Tentunya hal ini akan dilakukan terhadap pria yang memang disukainya. Bahkan tatapan ini akan diakhiri dengan senyuman. Bagi sebagian gay mengaku, tatapan mata seorang gay terhadap pria itu sangat dalam dan terasa “menusuk”.

Wangi

Parfum lebih mencolok daripada wanita. Dan parfum yang digunakan biasanya branded.

Cara berpakaian

Lebih dandy, modis, matching dan update. Motif yang dipakai biasanya garis garis lurus dan warnanya tidak terlalu eye-catching. Namun beberapa ada juga yang suka tampil dengan warna-warna mencolok dan ngejreng. Bahkan untuk kaos, lebih disukai yang ketat, sehingga memperlihatkan lekuk tubuh lebih jelas. Termasuk kemeja juga dipilih ukuran yang lebih ngepas biar kelihatan bentuk tubuhnya, apalagi jika didapatkan dari hasil fitnes.

Tata rambut yang lebih klimis dan trendy.

Selain penampilan, baju, dan wajah. Tak kalah pentingnya adalah tatanan rambutnya, biasanya pria gay lebih klimis dibanding pria heteroseksual. Umumnya mereka suka memakai produk rambut jenis gel yang membuat lebih wet look dan terlihat fresh.

Cara bicara yang lebih sopan.

Umumnya tata bahasa yang dipakai lebih ditata. Bahkan pada kebanyakan gay, cara mereka bicara lebih kental huruf ‘s’ nya, dan parahnya lagi kebanyakan suaranya cempreng. Hal ini akan sangat nampak pada gay yang tingkat femininnya lebih tinggi.

Gesture dan sikap. Pria gay , umumnya lebih menjaga sikap seperti cara berdiri, cara duduk hingga cara berjalan. Ketika duduk, dapat dengan mudah dikenali bagaimana pria gay menaruh tangan dan memposisikan atau menyilangkan kaki dengan anggun.

Pria gay lebih berani dalam menunjukan sikap dan ketertarikan.

Jika dia merasa tertarik dengan anda, maka dia takkan ragu untuk mendekat menghampiri anda dan mengajak kenalan.

Ciri – Ciri Lesbi:

Selera fashion

Lesbian biasanya memiliki selera fashion yang berbeda dengan wanita normal. Bisa dilihat dari gaya rambut yang biasanya populer di kalangan lesbian adalah gaya undercut, rambut pendek gaya militer yang diberi banyak gel (80% dari mereka yang melakukan ini adalah lesbian), atau rambut pendek dengan poni shaggy yang meniru artis tertentu. Menurut penelitian yang melihat sejarah lesbian dari dahulu kala, mereka biasanya bergaya tomboy dan suka berpakaian seperti laki-laki.

 

Gerakgerik

Biasanya mereka suka melebarkan kaki saat duduk, mereka berjalan seperti laki-laki, dan saat berjalan bahu mereka membungkuk seolah berusaha menyembunyikan dada, langkah kakinya cepat dan setengah memantul. Senyumnya genit dan agak tertahan, suka melakukan kontak mata yang lama, sambil memiringkan kepala. Beberapa yang bisa dilihat dari lesbian adalah saat berbicara sering menjilat bibir berlebihan, menyentuh tangan dan duduk terlalu dekat dengan lawan bicara, sering juga menyentuh hidung.

Jari kuku yang pendek

Katanya hal ini cukup jelas dikalangan lesbian, bahwa mereka selalu memangkas jari kuku dengan pendek dan rapi supaya tidak menyakiti pasangan mereka.

Gaya hidup

Beberapa lesbian punya karakter polos dan ramah, tapi, kebanyakan meraka mudah bergaul. Biasanya mereka lebih suka hang out berkelompok atau berpasangan. Mereka menyukai hal-hal yang berhubungan dengan lesbian atau penyuka sesama jenis.

Pembicaraan

Mereka akan senang membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan lesbian atau penyuka sesama jenis. Cara bicaranya akan cenderung pro persamaan gender.

 

 

2.4     Pencegahan dan Pengobatan Penyimpangan Homoseksualitas

    2.4.1    Usaha Pencegahan Penyimpangan Homoseksualitas

               Sikap dan Pengertian Orang Tua

              Pencegahan abnormalitas masturbasi sesungguhnya bisa secara optimal diperankan oleh orang tua. Sikap dan reaksi yang tepat dari orang tua terhadap anaknya yang melakukan masturbasi sangat penting. Di samping itu, orang tua perlu memperhatikan kesehatan umum dari anak-anaknya juga kebersihan di sekitar daerah genitalia mereka. Orangb tua perlu mengawasi secara bijaksana hal-hal yang bersifat pornografis dan pornoaksi yang terpapar pada anak.

Menekankan kebiasaan masturbasi sebagai sebuah dosa dan pemberian hukuman hanya akan menyebabkan anak putus asa dan menghentikan usaha untuk mencontohnya. Sedangkan pengawasan yang bersifat terang-terangan akan menyebabkan sang anak lebih memusatkan perhatiannya pada kebiasaan ini dan kebiasaan ini bisa jadi akan menetap. Orang tua perlu memberikan penjelasan seksual secara jujur, sederhana, dan terus terang kepada anaknya pada saat-saat yang tepat berhubungan dengan perubahan-perubahan fisiologik seperti adanya ereksi, mulai adanya haid dan fenomena sexual secunder lainnya.

Secara khusus, biasanya anak remaja melakukan masturbasi jika punya kesempatan melakukannya. Kesempatan itulah sebenarnya yang jadi persoalan utama. Agar tidak bermasturbasi, hendaklah dia (anak) jangan diberi kesempatan untuk melakukannya. Kalau bisa, hilangkan kesempatan itu. Masturbasi biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sunyi, sepi, dan menyendiri. Maka, jangan biarkan anak untuk mendapatkan kesempatan menyepi sendiri. Usahakan agar dia tidak seorang diri dan tidak kesepian. Beri dia kesibukan dan pekerjaan menarik yang menyita seluruh perhatiannya, sehingga ia tidak teringat untuk pergi ke tempat sunyi dan melakukan masturbasi.

Selain itu, menciptakan suasana rumah tangga yang dapat mengangkat harga diri anak, hingga ia dapat merasakan harga dirinya. Hindarkan anak dari melihat, mendengar dan membaca buku-buku dan gambar-gambar porno. Suruhlah anak-anak berolah raga, khususnya olah raga bela diri, yang akan menyalurkan kelebihan energi tubuhnya. Atau membiasakan mereka aktif dalam organisasi kepemudaan dan keolahragaan.

Pendidikan Seks

              Sex education (pendidikan seks) sangat berguna dalam mencegah remaja pada kebiasaan masturbasi. Pendidikan seks dimaksudkan sebagai suatu proses yang seharusnya terus-menerus dilakukan sejak anak masih kecil. Pada permulaan sekolah diberikan sex information dengan cara terintegrasi dengan pelajaran-pelajaran lainnya, dimana diberikan penjelasan-penjelasan seksual yang sederhana dan informatif.

Pada tahap selanjutnya dapat dilanjutkan dengan diskusi-diskusi yag lebih bebas dan dipimpin oleh orang-orang yang bertanggung jawab dan menguasai bidangnya. Hal penting yang ingin dicapai dengan pendidikan seks adalah supaya anak ketika sampai pada usia adolescent telah mempunyai sikap yang tepat dan wajar terhadap seks.

    2.4.2    Pengobatan Akibat Penyimpangan Homoseksualitas

           Biasanya anak-anak dengan kebiasaan masturbasi jarang dibawa ke dokter, kecuali kebiasaan ini sangat berlebihan. Masturbasi memerlukan pengobatan hanya apabila sudah ada gejala-gejala abnormal, bisa berupa sikap yang tidak tepat dari orang tua yang telah banyak menimbulkan kecemasan, kegelisahan, ketakutan, perasaan bersalah/dosa, menarik diri atau adanya gangguan jiwa yang mendasari, seperti gangguan kepriadian neurosa, perversi maupun psikosa.

Farmakoterapi:

              Pengobatan dengan estrogen (eastration)

              Estrogen dapat mengontrol dorongan-dorongan seksual yang tadinya tidak terkontrol menjadi lebih terkontrol. Arah keinginan seksual tidak diubah. Diberikan peroral. Efek samping tersering adalah ginecomasti.

Pengobatan dengan neuroleptik

  1. Phenothizine

Memperkecil dorongan seksual dan mengurangi kecemasan. Diberikan peroral.

  1. Fluphenazine enanthate

Preparat modifikasi Phenothiazine. Dapat mengurangi dorongan sexual lebih dari dua-pertiga kasus dan efeknya sangat cepat. Diberikan IM dosis 1cc 25 mg. Efektif untuk jangka waktu 2 pekan.

Pengobatan dengan transquilizer

              Diazepam dan Lorazepam berguna untuk mengurangi gejala-gejalan kecemasan dan rasa takut. Perlu diberikan secara hati-hati karena dalam dosis besar dapat menghambat fungsi sexual secara menyeluruh. Pada umumnya obat-obat neuroleptik dan transquilizer berguna sebagai terapi adjuvant untuk pendekatan psikologik.

Psikoterapi

              Psikoterapi pada kebiasaan masturbasi mesti dilakukan dengan pendekatan yang cukup bijaksana, dapat menerima dengan tenang dan dengan sikap yang penuh pengertian terhadap keluhan penderita. Menciptakan suasana dimana penderita dapat menumpahkan semua masalahnya tanpa ditutup-tutupi merupakan tujuan awal psikoterapi.

Pada penderita yang datang hanya dengan keluhan masturbasi dan adanya sedikit kecemasan, tindakan yang diperlukan hanyalah meyakinkan penederita pada kenyataan yag sebenarnya dari masturbasi. Pad kasus-kasus adolescent, kadang-kadang psikoterapi lebih kompleks dan memungkinkan dilakukan semacam interview sex education. Psikotherapi dapat pula dilakukan dengan pendekatan keagamaan dan keyakinan penderita.

Hypnoterapi

              Self-hypnosis (auto-hypnosis) dapat diterapkan pada penderita dengan masturbasi kompulsif, yaitu dengan mengekspose pikiran bawah sadar penderita dengan anjuran-anjuran mencegah masturbasi.

Genital Mutilation (Sunnat)

              Ini merupakan pendekatan yang tidak lazim dan jarang dianjurkan secara medis. Pada beberapa daerah dengan kebudayaan tertentu, dengan tujuan mengurangi/membatasi/meniadakan hasrat seksual seseorang, dilakukan mutilasi genital dengan model yang beraneka macam.

 

 

Menikah

              Bagi remaja/adolescent yang sudah memiliki kesiapan untuk menikah dianjurkan untuk menyegerakan menikah untuk menghindari/mencegah terjadinya kebiasaan masturbasi.


 

BAB III

PENUTUPAN

 

3.1   KESIMPULAN

        Pada dasarnya, manusia diciptakan berpasang-pasangan; laki-laki dan perempuan. Namun sekarang ini, banyak sekali ditemukan penyimpangan pada kodrat manusia. Homoseksualitas adalah salah satu contoh dari penyimpangan seksual.

Penyimpangan adalah tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam sistem sosial. Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Penyimpangan seksual dapat juga diartikan sebagai bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai dan norma. Yang melanggar, bertentangan, atau menyimpang dari aturan-aturan hukum.

Homoseksualitas adalah rasa ketertarikan romantis, seksual atau perilaku antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Ketertarikan sesama gender antara pria dengan pria biasa disebut gay, sedangkan wanita dengan wanita disebut lesbian.

Homoseksualitas kini semakin meluas, dibeberapa negara ada yang sudah melazimkan perilaku homoseksualitas ini. Perilaku ini disebabkan oleh beberapa faktor; keluarga, lingkungan dan pergaulan, genetik, akhlak dan moral, dan kurangnya pengetahuan tentang agama.

 

 

3.2   SARAN

Sebagaimana telah kita ketahui bahaya akan penyimpangan homoseksualitas, penulis ingin memberikan saran, diantaranya adalah:

Pertama kita harus bersyukur dengan apa yang diberi Tuhan pada saat ini, dengan seperti itu kita akan lebih menerima diri kita sendiri, jika kita seorang laki-laki maka sudah kodratnya memiliki ketertarikan dengan perempuan, begitu pula sebaliknya.

Dari beberapa faktor penyebab homoseksual yang sudah diketahui, kita dapat mencegah diri kita agar tidak terbawa perilaku menyimpang itu, seperti kita harus mendalami pengetahuan agama, sikap dan pengertian orang tua juga penting sebagai pencegahan, ada juga pendidikan seks, pendidikan seks sangat berguna dalam mencegah remaja pada kebiasaan masturbasi dengan dipimpin oleh orang-orang yang bertanggung jawab dan mengusai bidangnya.

Adapun pengobatan untuk seseorang yang sudah mengalami homoseksual, seperti farmakoterapi, psikoterapi, hypnoterapi, genital mutilation (sunnat), dan menikah bagi seseorang yang sudah memiliki kesiapan dalam menikah dan itu juga bisa mencegah perilaku penyimpangan ini.

DAFTAR PUSTAKA