Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam

Alam Semesta dan Isinya

   Alam semesta merupakan sekelompok benda atau materi yang saling menggantung satu sama lain dan bertindak sesuai kaidah-kaidah ilmiah dan membentuk satu kesatuan sejumlah bintang, planet, satelit, gas dan debu. Pengertian alam semesta meliputi tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah segala benda yang berukuran sangat kecil, seperti atom, elektron, sel, amuba, dan lain-lain. Sedangkan makrokosmos adalah segala benda yang berukuran sangat besar, seperti bintang, planet, galaksi. Galaksi di mana Bumi kita diberi nama Milky Way atau Bhima Sakti. Galaksi merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya 100 miliar dan salah satu diantaranya adalah Matahari.

Asal Usul Alam Semesta

  1. Vitalisme adalah pandangan supernatural (hal yang gaib). Menurut pandangan ini alam semesta terjadi karena kekuatan supernatural yang disebut sebagai vital force, ini ada hubungannya dengan agama.
  2. Mekanisme(Kausalisme) adalah pandangan yang berdasarkan hukum-hukum alam (fisika dan kimia). Terbentuknya alam semesta didasarkan pada pendapat yang menggunakan sains dengan secara natural dan dapat dianalisis secara eksperimen. Sementara bagaimana timbulnya hukum alam di alam semesta berasal dari tuhan.

Anggota Sistem Tata Surya

  1. Matahari
  2. Planet
  3. Asteroid
  4. Komet
  5. Meteor

Perbedaan dari anggota sistem tata surya yang disebutkan diatas ialah :

  • Matahari adalah salah satu dari bintang yang lain dengan bintang lainnya dalam hal suhu, warna, ukuran, massa, dan komposisi gasnya.
  • Asteroid dapat dibedakan dengan komet melalui penampakannya, kalau komet memiliki ekor tetapi asteroid tidak memiliki ekor.
  • Meteor tidak memiliki orbit seperti komet, asteroid dan planet. Kedatangan komet ke bumi dapat diprediksi, tetapi kedatangan dari meteor tidak dapat diprediksi.
  • Bintang memancarkan cahaya sendiri sedangkan planet memantulkan cahaya dari bintang seperti bulan.

Planet Bumi sebagai Bagian dan Sistem Tata Surya

   Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Bumi terbentuk sekitar4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan muncul di permukaannya pada miliar tahun pertama.  Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan. Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan. Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan sumber air lainnya yang bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer. Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es. es padat di lapisan es Antartika dan es laut di paket es kutub. Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian mantel. Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berputar pada sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan 365,26 hari matahari atau satu tahun sideris. Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi dengan periode satu tahun tropis (365,24 hari matahari).  Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinyapasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi. Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup termasuk manusia.

   Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gayagravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173satelit alami yang telah diidentifikasi dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar. Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea(6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

Matahari

   Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama sistem Tata Surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik.

   Dipercayai bahwa posisi Matahari pada deret utama secara umum merupakan “puncak hidup” dari sebuah bintang, karena belum habisnya hidrogen yang tersimpan untuk fusi nuklir. Saat ini Matahari tumbuh semakin cemerlang. Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang. Matahari secara metalisitas dikategorikan sebagai bintang “populasi I”. Bintang kategori ini terbentuk lebih akhir pada tingkat evolusi alam semesta, sehingga mengandung lebih banyak unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium (“metal” dalam sebutan astronomi) dibandingkan dengan bintang “populasi II”. Unsur-unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan heliumterbentuk di dalam inti bintang purba yang kemudian meledak. Bintang-bintang generasi pertama perlu punah terlebih dahulu sebelum alam semesta dapat dipenuhi oleh unsur-unsur yang lebih berat ini.

Tata Surya bagian dalam

   Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet kebumian dan asteroid. Terutama terbuat dari silikat dan logam, objek dari Tata Surya bagian dalam melingkup dekat dengan matahari, radius dari seluruh daerah ini lebih pendek dari jarak antara Yupiter dan Saturnus.

Planet-planet bagian dalam

Merkurius

   Merkurius (0,4 SA dari Matahari) adalah planet terdekat dari Matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalah lobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya. Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin surya. Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, dan perkembangan (“akresi”) penuhnya terhambat oleh energi awal Matahari.

Venus

   Venus (0,7 SA dari Matahari) berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). Dan seperti bumi, planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih padat dari bumi. Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung di dalam atmosfer. Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer Venus berasal dari gunung berapi.

Bumi

   Bumi (1 SA dari Matahari) adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat, satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya planet yang diketahui memiliki mahluk hidup.70% bagian bumi ditutup oleh air sedangkan 30%bumi dituupi oleh daratan.Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di antara planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup yang menghasilkan 21%oksigen. Bumi memiliki satu satelit, bulan, satu-satunya satelit besar dari planet kebumian di dalam Tata Surya.

Mars

   Mars (1,5 SA dari Matahari) berukuran lebih kecil dari bumi dan Venus (0,107 massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan sepertiValles marineris, menunjukan aktivitas geologis yang terus terjadi sampai baru belakangan ini. Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi. Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos) yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.

Tata Surya bagian luar

   Pada bagian luar dari Tata Surya terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-satelitnya yang berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia, metan, yang sering disebut “es” dalam peristilahan ilmu keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya.

Planet-planet luar

Yupiter

   Yupiter (5,2 SA), dengan 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya adalah hidrogendan helium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai contoh pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar, Ganymede, Callisto, Io, dan Europamenampakan kemiripan dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas. Ganymede, yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lebih besar dari Merkurius.

Saturnus

   Saturnus (9,5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi, membuat planet ini sebuah planet yang paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di antaranya Titan dan Enceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir terdiri hanya dari es saja. Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer yang cukup berarti.

Uranus

   Uranus (19,6 SA) yang memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet yang paling ringan di antara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus mengedari Matahari dengan bujkuran poros 90 derajat pada ekliptika. Planet ini memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas. Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui, yang terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda.

Neptunus

   Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lebih kecil dari Uranus, memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lebih padat. Planet ini memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus. Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton, geologinya aktif, dan memiliki geyser nitrogen cair. Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.

Pluto dan Charon

Pluto dan ketiga satelitnya

   Pluto (rata-rata 39 SA), sebuah planet kerdil, adalah objek terbesar sejauh ini di Sabuk Kuiper. Ketika ditemukan pada tahun 1930, benda ini dianggap sebagai planet yang kesembilan, definisi ini diganti pada tahun 2006 dengan diangkatnya definisi formal planet. Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat dari bidang ekliptika) dan berjarak 29,7 SA dari Matahari pada titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai 49,5 SA pada titik aphelion.

   Tidak jelas apakah Charon, satelit Pluto yang terbesar, akan terus diklasifikasikan sebagai satelit atau menjadi sebuah planet kerdil juga. Pluto dan Charon, keduanya mengedari titik barycenter gravitasi di atas permukaannya, yang membuat Pluto-Charon sebuah sistem ganda. Dua satelit yang jauh lebih kecil Nix dan Hydra juga mengedari Pluto dan Charon. Pluto terletak pada sabuk resonan dan memiliki 3:2 resonansi dengan Neptunus, yang berarti Pluto mengedari Matahari dua kali untuk setiap tiga edaran Neptunus. Objek sabuk Kuiper yang orbitnya memiliki resonansi yang sama disebut plutino.

Lapisan-Lapisan Pada Planet Bumi

Ada 3 jenis lapisan bumi :

  1. Lapisan bumi yang padat
  • Lithosfer : Tebalnya 20 mil. Bagian ini penting bagi kehidupan manusia, berupa benua dan pulau-pulau dimana kita tinggal. Terdiri dari 2 lapisan, bagian atasnya terdiri dari silikon dan aluminium dengan BJ rata-rata 2,65 sedangkan bagian yang lebih dalam terdiri dari silikon dan magnesium deengan BJ rata-rata 2,9. Lithosfer mengandung unsur-unsur Oksigen, Silikion, Aluminium, Besi, Calsium, Natrium, Magnesium, Titanium, dan Hidrogen.
  • Centrosfer : Dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian luar yang disebut mantel tebalnya 1800 mil, bagian inti luar yang tebalnya 1360 mil, dan bagian inti dalam tebalnya 815 mil.
  1. Lapisan yang berbentuk cair disebut hidrosfer tidak sepenuhnya meliputi bumi. Lapisan ini ada sekitar 71 % meliputi bumi, sebagian besar terdiri atas lautan. Es pada kutub utara dan selatan termasuk kedalam hidrosfer. Hidrosfer sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia karena air yang menguap dari lautan akan membentuk awan dan hujan. Yang berlangsung sepanjang abad dan membentuk siklus air menjadi asin karena mineral yang mudah larut dalam lithosfer terbawa oleh air ke laut.
  1. Lapisan yang berbentuk gas disebut atmosfer atau yang sering disebut dengan udara. Sangat berfungsi bagi kehidupan manusia di bumi. Tebalnya atmosfer sampai setinggi 3000 mil dari permukaan laut. BJ pada lapisan bagian bawah adalah 0,0-13 makin keatas makin kecil sampai mendekati 0.

Atmosfer dibagi menjadi 3 :

  1. Troposfer : Lapisan udara yang paling dekat dengan bumi, meliputi bumi setebal 10 mil pada khatulistiwa dan menipis sampai 5 mil pada kutub-kutub bumi.
  1. Stratosfer : Lapisan udara yang mulai dari ketinggian 10 mil sampai ketinggian 50 mil.
  1. Ionosfer : Lapisan udara yang terletak diatas 50 mil.
  1. Biosfer : Selain lapisan berbentuk padat, cair dan gas terdapat pula biosfer. Biosfer adalah zone kehidupan di bumi. Yang termasuk dalam biosfer adalah lapisan troposfer, lapisan hidrosfer sampai kedalam 10.863 m, dan lapisan lithosfer sampai kedalaman 2000 m.

Teori Terjadinya Bumi dan Gejala Efek Rumah Kaca

Teori terjadinya bumi :

  1. Teori oleh Georges-Louis Leclerc

Pada tahun 1778 ahli ilmu alam Perancis Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon, mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental inilah yang menjadi planet.

  1. Teori Laplace

Seorang ahli Matematika dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de Laplace 1796 mengemukakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada sumbunya, kemudian terbentuk cincin – cincin. Sebagian cincin gas tersebut, terlempar ke luar dan tetap terus berputar. Cincingas yang berputar akan mengalami pendinginan, sehingga terbentuklah gumpalan – gumpalan bola yang menjadi planet – planet, termasuk Bumi.

  1. Teori Planetisimal Hypothesis

Di kemukakan oleh, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama-kelamaan menjadi padat dan disebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik dan bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk Bumi.

  1. Teori Tidal

Dua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam [cerutu].Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet – planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

  1. Teori Weizsäcker

Pada tahun 1940, Carl Friedrich von Weizsäcker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. Ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk planet – planet, termasuk Bumi.

  1. Teori Kuiper

Gerald P. Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi protomatahari adalah protoplanet. Dalam teorinya, dia juga memasukkan unsur – unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan mulai menggumpal menjadi planet – planet.

  1. Teori Whipple

Fred L. Whipple, seorang ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu aneh yang mengandung nitrogen yang sedikit kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan.  Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet.

Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca disebabkan olehbanyaknya gas rumah kaca (GRK) dilapisan atmosfer. Gas rumah kaca ini menyerap radiasi panas yang dipancarkan matahari ataupun sinar infra merah yangdipentulkan oleh permukaan bumi, sehingga panas terperangkap oleh gas rumah kaca.Dengan meningkatnya kadar gas rumah kaca secara terus menerus maka pemanasan global tidak dapat dihindari. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, maka laju efek rumah kaca dapat berkurang.  Dengan demikian, laju terjadinya pemanasan global dapat dikurangi.

Istilah efek rumah kaca sebenarnya analog dengan kondisi dirumah kaca (green house) yang biasanya digunakan petani diwilayah 4 musim. Prinsip kerja rumah kaca adalah sebagian pancaran matahari yng menembus kaca masuk kedalam rumah kaca. Ketika terbentur lantai atau benda lain dirumah kaca, sinar ini menjadi infra merah (sinar panas) dan akan dipantukan kembali, namun tertahan oleh atap kaca sehingga udara didalam rumah kaca tetap hangat, meskipun udara diluar dingin.

Selama ini gas rumah kaca sudah terdapat dalam lapisan atmosfer dan karena gas rumah kaca inilah permukaan bumi hangat, sehingga bumimenjadi tempat yang nyaman bagi makhluk hidup. Efek rumah kaca ada yang merupakan sebuah proses alam, ada pula efek yang ditimbul oleh manusia, efek rumah kaca tersebut disebut Antropogenik atau efek rumah kaca yang meningkat.

Gas Rumah Kaca (GRK) adalah gas yang molekulnya lebih dari 3. Gas tersebut diantara uap air (H2O), W2, CH2, Nitrat Oksida dan Ozon (D3). Berdasarkan penelitian gas CO2 merupakan gas yang paling banyak terdapat dilapisan atmosper kita sebagai akibat dari aktifitas yang dilakukan manusia, sehingga gas ini dianggap gas yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Ketika Mendung Udara Menjadi Panas

Ketika awan mendung, terjadi proses perubahan uap air (gas) berubah menjadi air (cair). Pada proses ini dilepaskan sejumlah panas (kalor) ke udara. Awan yang berwarna hitam gelap (mendung) biasanya tidak terlalu tinggi dibandingkan awan yang putih, sehingga semakin dekat jaraknya ke permukaan bumi, efek panas yang dilepaskan semakin terasa. Kondisi ini akan lebih panas jika sebelumnya matahari bersinar terik, sehingga panas yang kita rasakan adalah akumulasi dari pelepasan energi dari perubahan fase uap air menjadi air dan energi panas sisa yang dipancarkan bumi.

Referensi

Buku Ilmu Alamiah dasar Drs. Maskoeri Jasin

Buku Ilmu Kealaman Dasar Drs. R. Soegito, B.Sc., M.Si. dan Kawan-Kawan.

http://latip.sdmuhcc.net/mengapa-saat-mendung-udara-terasa-panas.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Bumi

https://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s